FOTOTERAPI DALAM MENURUNKAN HIPERBILIRUBIN PADA ASUHAN KEPERAWATAN IKTERUS NEONATORUM

Muhammad Sowwam, Septy Nur Aini

Sari


Latar Belakang: Ikterus neonatorum merupakan salah satu keadaan yang menyerupai penyakit hati yang terdapat pada bayi baru lahir, yang disebabkan oleh hiperbilirubin. Biasanya ditandai dengan warna kuning pada kulit, sklera, dan organ lain. Kern ikterus merupakan komplikasi ikterus neonatorum yang paling berat. Kern ikterus meninggalkan gejala sisa berupa cerebral palsi, tuli nada tinggi, paralisis, dan displasia dental yang sangat mempengaruhi kualitas hidup. Tindakan keperawatan utama untuk mengatasi ikterus neonatorum adalah tindakan fototerapi. Fototerapi hanya diberikan kepada bayi yang mengalami sakit kuning yang parah dan dicurigai kadar bilirubin tak terkonjugasi yang dapat membahayakan bayi jika bilirubin meningkat. Tujuan dalam melakukan Fototerapi adalah untuk menurunkan kadar Hiperbilirubin tak terkonjugasi didalam sirkulasi darah. Tujuan: Untuk menganalisis fototerapi dalam menurunkan hiperbilirubin pada asuhan keperawatan ikterus neonatorum. Metode penelitian: Penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sampel studi kasus ini adalah bayi Ny. Y. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, pemeriksaan, serta dokumentasi. Hasil penelitian: Diagnosis pada kasus bayi Ny. Y adalah ikterus neonatorum berhubungan dengan pola makan tidak tepat. Sebelum dilakukan perawatan fototerapi pada bayi Ny. Y bayi tampak kuning dari kepala, badan, ekstremitas, pergelangan tangan dan kaki (derajat IV), mukosa kuning, sclera kuning, dan hasil laboratorium menunjukkan kadar bilirubin indirek 10,64 mg/dl. Setelah dilakukan perawatan fototerapi bayi sudah tidak kuning, sclera anikterik, mukosa dan kulit tidak kuning. Simpulan: Fototerapi dapat menurunkan kadar serum bilirubin dalam sirkulasi darah pada pasien: ikterus neonatorum.

Kata Kunci: Fototerapi, Hiperbilirubin, Ikterus Neonatorum


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.