MANAJEMEN NYERI MELALUI TEKNIK PENGALIHAN TERAPI MUSIK DALAM PENURUNAN SKALA NYERI PADA POST OPERASI SEKSIO SESAREA DENGAN INDIKASI KETUBAN PECAH DINI

- Lestyani, - Kunaryanti

Sari


Latar Belakang. KPD adalah pecahnya ketuban sebelum waktunya melahirkan. Pada pasien KPD dilakukan operasi sektio sesarea yaitu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada perut. Angka kejadian di RSUD Sragen tahun 2012 sebesar 20,75% dari 65,67% angka kelahiran sektio sesarea. Setelah dilakukan tindakan operasi pasti mengalami nyeri. Bila nyeri tidak segera ditangani maka dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis manajemen nyeri melalui terapi musik tradisional bali untuk menurunkan skala nyeri pada pasien post operasi sektio sesarea. Metoda Penelitian. Desain yang digunakan adalah studi kasus diskriptif dengan 1 subyek srudy kasus. Tindakan keperawatan yang dilakukan adalah terapi musik selama 45 menit sebanyak 3x dengan menggunakan musik tradisional bali. Instrumen yang digunakan adalah format pengkajian nyeri, HP untuk memutar musik, dan checklist SOP terapi musik. Hasil Penelitian. Hasil pengkajian menunjukkan adanya nyeri skala 6. Masalah keperawatan yang ditegakkan adalah nyeri akut berhubungan dengan agen cidera fisik (Prosedur bedah). Tindakan keperawatan yang dilakukan adalah terapi musik tradisional bali. Hasil evaluasi menunjukkan terapi musik tradisional bali menurunkan nyeri dari skala 6 ke skala 2. Simpulan. Kesimpulannya adalah terapi musik dilakukan selama 45 menit sebanyak 3x dapat menurunkan nyeri pada asuhan keperawatan post operasi sektio sesarea.

Kata kunci : Ketuban Pecah Dini, Nyeri, Terapi Musik


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.