FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS GIZI LANSIA DI KAMPUNG KUWUNG SARI SRAGEN

- Suyadi, - Kunaryanti

Sari


Latar Belakang: Secara individu, pada usia diatas 50 tahun terjadi proses penuaan secara alamiah. Hal ini dapat menimbulkan masalah fisik, mental, social, ekonomi, fisiologis, dan psikologis. Dengan semakin lanjut usia seseorang, mereka akan mengalami kemunduran fisik yang dapat mengakibatkan penurunan pada peranan – peranan sosialnya. Pada lansia, Kesehatan gizi merupakan faktor yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi status gizi lansia di Kampung Kuwung Sari Sragen Kulon Sragen. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi lansia dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Metode pengumpulan sampel menggunakan total sampling yaitu pengambilan sampel 31 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Cara pengumpulan data menggunakan kuesioner, setelah data terkumpul setiap pertanyaan jawaban “ya” = 1 dan jawaban Tidak = 0. Hasil Penelitian: Jumlah responden terbanyak berusia 60-70 tahun dengan jumlah responden 21 (68%). Responden dengan Jenis kelamin perempuan lebih banyak dari responden laki-laki sebanyak 17 responden 54,4%. Tingkat pengetahuan yang berpengaruh pada status gizi lansia terbanyak berada pada kategori cukup dengan 14 responden (45,1%). Simpulan: Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi lansia meliputi usia dan jenis kelamin. Bagi tenaga kesehatan di kampung Kuwung Sari Sragen supaya meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya gizi bagi kesehatan lansia. Para lansia akan lebih mengerti tentang pentingnya gizi bagi kesehatanya.

Kata kunci: Lansia, Status Gizi


Referensi


Achmad, Djaeni Sedioetama. (2000). Ilmu Gizi Jilid 1. Jakarta: Dian Rakyat.

Arisman. (2004) Gizi Dalam Daur Hidup. Jakarta: EGC.

Emma Wirakusumah. (2000). Tetap Bugar di Usia Lanjut. Jakarta: Trubus Agriwidya.

Emma Wirakusumah. (2001). Tetap Bugar di Usia Lanjut.

Golder. (1978). Pengaruh hormon terhadap proses penuaan. Jakarta.

I Dewa Nyoman Supariasa. (2001). Penilaian Status Gizi.Jakarta : EGC.

Margatan Arcole. (1996). Kiat Hidup Sehat Bagi Usia Lanjut. Solo: CV Aneka.

Nursalam. (2001). Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Nursalam. (2003). Konsep dan Penerapan Metode Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Notoatmojo. (2005). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.

Republika. (2005). http://www.co.id/suplemen/cetak.detail./sp/mid.22 Nopember 2005.

Sunita, Almatsier.(2001). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Suhardjo. (1996). Perencanaan Pangan dan Gizi. Jakarta: Bumi Aksara.

Soekidjo, Notoatmojo. (2002). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rhineka Cipta.

Sugiyono. (2002). Statistik Penelitian. Bandung: Alfa Beta.

Talbert. (1977). Proses penuaan pada manusia. Jakarta.

Zainuddin, (2007). wordpress.com/2007/.../gambaran-pengetahuan-lansia-tentang-makanan-sehat/mid.14 Desember 2007.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.