FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MEROKOK SISWA DI SMA NEGERI 1 TANGEN KABUPATEN SRAGEN

Muhammad Sowwam, Septy Nur Aini, Sudaryanto -

Sari


Latar Belakang. Tujuan utama pembangunan nasional adalah peningktan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu faktor penentu utama kualitas pembangunan adalah kesehatan pada siswa SMA. Dari studi data WHO 2008 Indonesia menduduki urutan ke tiga dengan jumlah 65 juta perokok atau 28%. Dan statistik perokok Indonesia dari kalangan anak-anak dan remaja 24,1% anak/remaja pria. Faktor yang mempengaruhi siswa untuk merokok terdiri dari tingkat pengetahuan, pengaruh lingkungan, sarana prasana dan alasan psikologis. Metode Penelitian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku merokok siswa di SMA Negeri 1 Tangen Kabupaten Sragen tahun 2017. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil sesuai dengan teknik simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner. Hasil Penelitian. Hasil menunjukkan bahwa faktor yang cukup mempengaruhi terhadap siswa yang merokok adalah faktor lingkungan dan alasan psikologis sebesar 55,56%, dari faktor sarana dan prasarana hanya sebesar 52,38%, dan kemudian dari faktor tingkat pengetahuan tidak mempengaruhi responden yang merokok sebesar 47,62%. Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa faktor lingkungan dan faktor psikologis yang mempunyai faktor siswa merokok.

Kata Kunci : Perilaku Merokok, Remaja Laki-laki

Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Admin, 2009. Dampak Perokok Pasif Bagi Anak, Jakarta.

Ahmad, Sujudi, 2004. Statistik Perokok. Jakarta.

Arikunto, S., 2002. Prosedur Penelitian, Jakarta : Rineka Cipta : 95-99.

Arikunto, S., 2005. Manajemen Penelitian Revisi Edisi, Jakarta : Rineka Cipta

Bali Post, 2003. Bisakah Remaja Berhenti Merokok ?. Bali.

BBC, 2005. Rokok. http:// freelist.org/post/listindonesia.com

Chapman, 2001. Hemoglobin pada Filter Rokok.

Glanz, K, et al. 2002. Health Behavior and Health Education. 3rd ed. Jissey Bass A Wiley Imprint : 150 – 155.

Karamoy, 2004. Interaksi Keluarga pada Remaja. Jakarta.

Monks, P.J. 2002. Psikologi Perkembangan. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada Press.

Mu’tadin, Z. 2007. Tipe Perokok.

Mu’tadin, Z. 2007. Remaja & Roko, http://episikologi.com (diakses, 15 Maret 2010)

Notoadmojo, Soekidjo (2003). Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.

Notoadmojo, Soekidjo (2005). Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Rineka Cipta. Jakarta.

Nursalam, 2001. Konsep & Perilaku Kesehatan, Jakarta : Rineka Cipta

Nursalam, 2003. Konsep & Penerapan Metodelogi Penelitian Ilmu, Jakarta : Salemba Medika

Nursalam, 2006. Konsep & Penerapan Metodelogi Penelitian Ilmu, Jakarta : Salemba Medika

Rochadi, K, 2004. Hubungan Konformitas Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja Sekolah SMU Negeri di 5 Wilayah DKI Jakarta Disertai Program Pascasarjana Program Studi IKM UI.

Sarwono, SW. 2005. Psikologi Remaja, Jakarta : Rajawali Pers.

Sugiono, 2006. Statistik untuk Kesehatan. Bandung: Alfabeta.

Sitepoe, mangku (2000). Kekhususan Rokok di Indonesia. Jakarta : PT. Gramedia Widiasrana.

WHO, 2008. 10 Negara Dengan Jumlah Perokok Terbesar Di Dunia.http://www.Nusantara.com

______, 2007. Bahaya Roko terhadap Kesehatan. http://www.slideshare/2007.net

______, 2007. Pengertian Rokok. http://www.wikipedia/Rokok/2007.com

______, 2007. Rokok. http://www.wikipedia.com


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.